Benar dan Salah Kehidupan

Pernah suatu waktu ketika beranjak remaja di suatu kelas seorang guru berkata ” Pelajarilah Sejarah, Jangan kau pedulikan pelaku sejarah…”. 9 Tahun sudah perkataan itu mampir sesaat ditelinga kecil ini, dan kembali terngiang ketika berhadapan dengan suatu masalah yg mengharuskan menganalisis perkataan dengan kutipan kata seorang tanpa perkataan “Menurut Saya…”. Ketika argumentasi pribadi disalahkan dan mengharuskan kita menjadi seorang ” PLAGIAT UCAPAN ” itu bagaikan sebuah tembok yg tinggi yg tak pernah bisa ditembus atau dipanjat oleh orang walaupun tembok itu sudah usang bahkan keropos. Tak bisa kah kita menjadi Seorang pengkutip ? bukan kah perjalanan kehidupan dapat membuahkan sebuah kutipan argumentasi ? Klo tidak salah, sering ada buku yg menulis….” Guru yang paling berharga adalah pengalaman ” ?

Benar dan salah itu merupakan penilaian yg mutlak tanpa perkata “tapi…”. Andaikan itu sebuah kesimpulan akhir dari sebuah penelitian pastilah Albert Einstein berhenti melakukan eksperimen. Ada sebab ada akibat, Ada aksi ada reaksi. Ada Salah apa tak ada kata Revisi ? Bahkan undang-undang kenegaraan pun bisa direvisi. Benar Tuhan menciptakan aturan agar manusia hidup terarah, tapi Tuhan tak pernah mendikte itu secara terperinci, itu diserahkan kembali pada manusia. Pilihan itu erat kaitannya dengan resiko, setiap pilihan pasti ada resiko yg harus dilewati. Justifikasi terhadap kebenaran dan kesalahan itu sepenuhnya milik Pencipta, manusia diberikan kesempatan untuk mencari jalan agar itu mendekati kesempurnaan terhadap kemutlakan sebuah penilaian Pencipta.

Andaikan kebenaran dan kesalahan itu tak dapat direvisi, Aku memilih untuk tidak hidup !

Betapa mulianya manusia dengan segala bentuk manifestasi keilmuan yg mereka miliki dibanding penciptaan lainnya. Tapi berapa banyak manusia yg akhirnya menjadi budak dari ilmu tanpa bisa meluapkan ekspresi pemikiran yg lebih luas lagi. Yang terpaku terhadap sebuah idealisme tanpa pernah mengkaitkannya dengan kenyataan. Betapa banyak ilmuan, tapi mereka tertidur ketika dihadapkan dengan kebobrokan kehidupan saat ini. Bagi mereka hidup ini salah, Bagi sebagian yg lain hidup ini benar. Tak peduli dengan kenyataan, bagi mereka itu bukan bagian dari keilmuan. Sadarkah kehidupan tanpa aplikasi keilmuan, hampa ! Percuma gelar yg disandangkan ketika itu hanya berguna bagi diri sendiri tanpa memikirkan sosial kehidupan. Penilaian terhadap kebenaran dan kesalahan terhadap kehidupan itu merupakan sebuah kotak yg memenjarakan atas manifestasi dari kehidupan itu sendiri.

Klo salah dan benar itu ibarat bodoh dan pintar, maka saya memilih untuk menjadi selamanya salah dan bodoh !

…karena dari salah dan bodoh, otak saya berpikir melebihi kepuasan seorang benar dan pintar.

Saya, Anda, dan Mereka adalah pelaku kehidupan dan bagian dari sejarah. Jadilah pelaku sejarah yg menciptakan sejarah sebagai sebuah ilmu bukan sebuah dongeng yg mengharuskan pelaku masuk kedalam alur ceritanya. Tak ada kata salah dan benar bagi kehidupan, yang ada hanyalah usaha dan kesempatan untuk mencapai kesempurnaan dalam sebuah penilaian. Benar dan salah kehidupan itu mutlak hak Tuhan. Jangan pernah menyerah !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s